Sebuah Danau di Dunia Bisa Berubah Menjadi Ribuan Kolam Warna-Warni Ketika Airnya Menguap
Bayangin ada sebuah danau yang dari jauh kelihatan seperti danau biasa, tapi ketika airnya menyusut karena penguapan, permukaannya justru bisa berubah menjadi kumpulan kolam kecil dengan warna merah, oranye, hijau, sampai putih. Salah satu contoh paling unik ada di Danau Natron, Tanzania, yang berada di kawasan Great Rift Valley Afrika. Danau ini terkenal karena airnya sangat asin dan basa, sementara proses penguapan yang tinggi membuat kandungan mineral serta organisme tertentu makin terkonsentrasi.
Beberapa fakta unik di balik perubahan warnanya:
1. Air yang menguap bikin kolam makin “pekat”
Saat musim kering, penguapan di Danau Natron biasanya lebih besar daripada curah hujannya. Air berkurang, tetapi garam dan mineral tidak ikut menghilang. Akibatnya, bagian-bagian dangkal dan cekungan kecil di sekitar danau menjadi semakin pekat dan dapat terlihat seperti kolam-kolam terpisah.
2. Warna merah bukan sekadar efek kamera
Warna merah dan oranye di beberapa bagian danau berkaitan dengan mikroorganisme pencinta garam, termasuk cyanobacteria. Organisme ini mempunyai pigmen yang dapat menghasilkan warna kemerahan ketika populasinya berkembang dalam kondisi air yang sangat asin. Jadi, warna mencolok tersebut punya penjelasan biologis yang cukup serius.
3. Ada bagian yang berubah menjadi putih
Ketika air semakin dangkal, garam dapat membentuk kerak di permukaan. Dari citra satelit, bagian dangkal Danau Natron bahkan terlihat dihiasi semacam lapisan putih akibat endapan garam. Jadi, dalam satu kawasan, kita bisa melihat kombinasi merah, oranye, dan putih yang muncul karena perbedaan kadar air, garam, serta kondisi lingkungan.
4. Vulkanisme ikut memainkan peran
Keunikan kimia Danau Natron tidak muncul begitu saja. Aktivitas vulkanik di sekitarnya membantu memasok senyawa seperti natrium karbonat dan kalsium karbonat melalui mata air panas dan sistem rekahan bawah tanah. Ketika air kemudian menguap, mineral-mineral tersebut semakin terkonsentrasi dan dapat mengendap.
5. Bentuknya bisa berubah mengikuti musim
Danau Natron tergolong dangkal, bahkan kedalamannya kurang dari tiga meter pada area yang diamati NASA. Ketika permukaan air naik atau turun, ukuran dan bentuk bagian danau yang tergenang ikut berubah. Karena itu, pola warna yang terlihat dari atas tidak selalu sama dari waktu ke waktu.
Yang bikin fenomena ini makin menarik adalah dari udara atau citra satelit, perubahan tersebut bisa terlihat seperti lukisan abstrak raksasa. Padahal sebenarnya tidak ada yang sengaja “mewarnai” danau tersebut. Perbedaan warna muncul dari kombinasi penguapan, kadar garam, mineral, mikroorganisme, dan aktivitas geologi. Fenomena serupa juga bisa ditemukan di lokasi lain, meskipun penyebab warna tiap tempat tidak selalu sama. Pada sistem hidrotermal Dallol di Ethiopia, misalnya, warna hijau, kuning, oranye, dan merah dapat terbentuk dari interaksi air panas, mineral, garam, serta proses oksidasi besi.
Jadi, kalau biasanya penguapan dianggap cuma bikin danau menyusut, Danau Natron menunjukkan sisi yang jauh lebih unik. Airnya berkurang, tetapi justru meninggalkan konsentrasi mineral dan kehidupan mikro yang membuat lanskapnya terlihat seperti ribuan kolam warna-warni alami.