Di Negara Ini Ada Kota yang Hampir Seluruh Aktivitasnya Berpusat pada Permainan Catur
Kalau biasanya sebuah kota terkenal karena gedung tinggi, kuliner, atau kehidupan malamnya, Elista di Republik Kalmykia, Rusia, punya cerita yang jauh lebih nyeleneh. Kota ini dikenal luas karena hubungannya yang sangat kuat dengan permainan catur. Di bagian timur Elista bahkan berdiri sebuah kawasan khusus bernama Chess City, semacam “kota di dalam kota” yang dirancang dengan catur sebagai tema utamanya. Kawasan ini dibangun pada 1998 dan pernah menjadi tempat berlangsungnya kompetisi catur internasional besar, termasuk Chess Olympiad ke-33. Jadi, kalau di kota lain orang bisa nongkrong sambil ngopi, di Elista kamu bisa saja menemukan suasana yang bikin papan 64 kotak terasa seperti bagian dari kehidupan sehari-hari.
Beberapa hal unik yang bikin Elista terasa seperti kota yang hidup dengan catur:
1. Ada Chess City yang benar-benar dibangun khusus untuk catur
Chess City bukan sekadar nama keren. Kompleks ini mempunyai bangunan utama berkubah bernama Chess City Hall, area penginapan, museum, serta berbagai elemen arsitektur bertema catur. Konsepnya dibuat sebagai pusat pertandingan sekaligus tempat berkumpulnya komunitas pecatur dari berbagai negara.
2. Papan caturnya bisa berukuran manusia
Di kawasan tersebut terdapat papan catur berukuran besar yang dapat digunakan untuk bermain secara langsung. Konsep seperti ini menarik karena permainan yang biasanya berlangsung di meja kecil dibuat menjadi aktivitas fisik yang membutuhkan pemain untuk bergerak mengikuti posisi bidak.
3. Catur pernah menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah
Kecintaan terhadap catur di Elista bukan hanya urusan hobi. Mantan pemimpin Kalmykia sekaligus tokoh penting dunia catur, Kirsan Ilyumzhinov, menjadikan catur sebagai salah satu alat untuk memperkenalkan Kalmykia kepada dunia. Chess City kemudian menjadi simbol ambisi tersebut.
4. Kota ini pernah menjadi panggung para pemain elite dunia
Chess City digunakan untuk berbagai pertandingan kelas internasional. Setelah Chess Olympiad 1998, kompleks tersebut juga menjadi lokasi sejumlah kompetisi besar, termasuk pertandingan kejuaraan dunia perempuan dan pertandingan kejuaraan dunia pada 2006.
5. Catur di Elista punya hubungan dengan kehidupan sosial dan pendidikan
Permainan catur di Kalmykia pernah didorong bukan cuma sebagai pertandingan profesional, tetapi juga sebagai aktivitas yang dimainkan di ruang publik dan diajarkan di sekolah. Secara ilmiah, pola permainan seperti catur memang menarik karena pemain harus mengingat posisi, menghitung kemungkinan langkah, mengatur perhatian, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang terus berubah. Jadi, wajar kalau catur bisa dipakai sebagai sarana latihan kemampuan kognitif, meskipun tentu saja bermain catur tidak otomatis membuat seseorang menjadi “manusia super pintar”.
Yang bikin cerita Elista makin menarik adalah kenyataan bahwa Chess City pada awalnya dirancang dengan ambisi yang sangat besar. Kompleks tersebut dibuat menyerupai kawasan khusus yang didedikasikan untuk catur, lengkap dengan fasilitas pendukung dan berbagai simbol permainan. Bahkan terdapat patung Ostap Bender, karakter fiksi dalam karya sastra Rusia yang terkenal sebagai penggemar catur. Namun, perjalanan Chess City ternyata tidak selalu mulus. Setelah masa kejayaannya sebagai pusat pertandingan internasional, kawasan tersebut sempat mengalami penurunan aktivitas dan menghadapi kritik mengenai biaya serta manfaat proyeknya bagi masyarakat setempat. Sejumlah laporan bahkan menggambarkan Chess City sebagai proyek ambisius yang tidak sepenuhnya mencapai cita-cita awal untuk menjadikan Elista sebagai ibu kota catur dunia.
Pada akhirnya, Elista menunjukkan bahwa sebuah permainan sederhana bisa berkembang menjadi identitas sebuah kota. Dari papan 64 kotak, lahirlah kawasan khusus, turnamen internasional, hingga sebuah cerita pembangunan yang cukup kontroversial. Elista mungkin bukan kota yang setiap orangnya duduk bermain catur sepanjang hari, tetapi pengaruh catur di sana jelas bukan kaleng-kaleng.